Selasa, 31 Oktober 2017

Makalah Pengawasan



TUGAS MAKALAH
PENGANTAR MANAJEMEN


P E N G A W A S A N




 






Disusun Oleh:
Jalil Loilatu

PROGARAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS IBNU CHALDUN JAKARTA
JAKARTA
2017





KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Sekalian Alam, karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah Pengantar manajemen dengan judul “Pengawasan” ini dengan baik. Salawat serta salam senantiasa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Allah, Muhammad SAW beserta para sahabat dan Ahlul bait karena atas perjuangan beliaulah sehingga kita dapat menikmati cahaya Iman dan Islam.
Adapun makalah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi nilai tugas sekaligus menjadi prasyarat dalam mengikuti mata kuliah Pengantar Manajemen.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih sangat sederhana dan kurang sempurna, karena keterbatasan data dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Untuk itu, penulis berharap serta menghargai kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi perbaikan penulisan nantinya di kemudian hari.
Akhir kata semoga makalah yang disusun oleh penulis semoga menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang “pengawasan” sekaligus dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Jakarta, 23 Oktober 2017

Penulis






DAFTAR ISI

Cover (Halaman Judul) ……………………………………….
Kata Pengantar ………………………………………………..
Daftar Isi ………………………………………………….……
BAB  I Pendahuluan ………………………………………….
A.    Latar Belakang ………………………………………
B.     Tujuan dan Manfaat …………………………………
C.     Rumusan Masalah …………………………………..
BAB  II Tinjauan Pustaka …………………………………..
A.    Pengertian Pengawasan ……………………………..
B.     Macam-Macam Pengawasan ……………………….
C.     Tujuan Pengawasan ………………………………...
D.    Obyek Pengawasan ………………………………....
E.     Proses Pengawasan …………………………….....
BAB  III Penutup ………………………………………..…..
A.    Kesimpulan ………………………………………….
B.     Saran ………………………………………………...
Daftar Pustaka ………………………………………………...
i
ii
iii
1
1
1
1
2
2
3
4
4
4
7
7
7
iv













BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan yang digunakan, seperti pengawasan Pendahuluan (preliminary control), Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed back control).
Suatu Organisasi juga memiliki perancangan proses pengawasan, yang berguna untuk merencanakan secara sistematis dan terstruktur agar proses pengawasan berjalan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau direncanakan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut dibutuhkan alat bantu manajerial dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, pada alat-alat bantu pengawasan ini dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan juga meliputi bidang-bidang pengawasan yang menunjang keberhasilan dari suatu tujuan organisasi.

B.       Tujuan Dan Manfaat
Tujuan dan manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
1.      Dapat mengetahui apa itu pengawasan
2.      Bagaimana pengawasan itu dilakukan
3.      Mengetahui macam-macam pengawasan
4.      Mengetahui obyek pengawasan

C.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari pengawasan ?
2.      Bagaimana ruang lingkup pengawasan ?
3.      Apa tujuan dari pengawasan ?
4.      Bagaimana proses pengawasan ?
5.      Apa saja jenis-jenis pengawasan ?



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.     Pengertian Pengawasan

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesui dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Pengertian Pengawasan Menurut Para Pakar
Pengertian Pengawasan menurut Victor M. Situmorang dan Jusuf Juhir adalah setiap usaha dan tindakan dalam rangka untuk mengetahui sampai dimana pelaksanaan tugas yang dilaksanakan menurut ketentuan dan sasaran yang hendak dicapai.
Menurut Sondang P. Siagian, Pengertian Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Djamaluddin Tanjung dan Supardan mengemukakan Pengertian Pengawasan yaitu salah satu fungsi manajemen untuk menjamin agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Dengan pengawasan dapat diketahui sampai dimana penyimpangan, penyalahgunaan, kebocoran, pemborosan, penyelewengan, dan lain-lain kendala di masa yang akan datang. Jadi keseluruhan dari pengawasan adalah kegiatan membandingkan apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa yang direncanakan sebelumnya, karena itu perlu kriteria, norma, standar dan ukuran tentang hasil yang ingin dicapai.
Dari pengertian pengawasan diatas, terdapat hubungan yang erat antara pengawasan dan perencanaan, karena pengawasan dianggap sebagai aktivitas untuk menemukan, mengoreksi penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan dan hasil yang dicapai dari aktivitas-aktivitas yang direncanakan. Dalam hubungan ini, Harold Koontz dan Cyriel P. Donel berpendapat bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan dua sisi mata uang yang sama.
Dengan demikian jelas bahwa tanpa rencana, maka pengawasan tidak mungkin dapat dilaksanakan, karena tidak ada pedoman atau petunjuk untuk melakukan pengawasan itu. Rencana tanpa pengawasan akan cenderung memberi peluang timbulnya penyimpangan-penyimpangan, penyelewengan dan kebocoran tanpa ada alat untuk mencegah, oleh karena itu diperlukan adanya pengawasan.
Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting, sehingga berbagai ahli manajemen dalam memberikan pendapatnya tentang fungsi manajemen selalu menempatkan unsur pengawasan sebagai fungsi yang penting. Kasus-kasus yang terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu dalam penyelesaian suatu anggaran yang berlebihan dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimpang dari rencana.

B.       Macam-Macam Pengawasan
1.      Pengawasan Internal dan Eksternal
Pengawasan Internal “intern” ialah pengawasan yang dilakukan oleh orang ataupun badan yang ada terdapat di dalam lingkungan unit organisasi/lembaga yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan eksternal “ekstern” ialah pengawasan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang ada di luar unit organisasi/lembaga yang diawasi.

2.      Pengawasan Preventif Dan Represif

Pengawasan preventif ialah lebih dimaksudkan sebagai, suatu pengawasan yang dilakukan pada kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya kegiatan yang menyimpang. Misalnya pengawasan tersebut dilakukan oleh pemerintah supaya untuk menghindari adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang membebankan/merugikan Negara. Sedangkan pengawasan represif ialah suatu pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan tersebut sudah dilaksanakan atau dilakukan. Misalnya pengawasan represif dilakukan pada akhir tahun anggaran yang dimana anggaran yang telah ditentukan lalu disampaikan laporannya.
3.      Pengawasan Aktif Dan Pasif
Pengawasan aktif “dekat” ialah pengawasan yang dilaksanakan sebagai dari bentuk pengawasan yang dilakukan ditempat kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan pasif “jauh” ialah suatu pengawasan yang dilakukan misalnya melalui “penelitian serta pengujian terhadap surat-surat atau laporan-laporan pertanggung jawaban yang disertai dengan berbagai bukti penerimaan maupun bukti pengeluaran”.
4.         Pengawasan Kebenaran Formil
Pengawasan menurut hak (rechtimatigheid) kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid). Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan.
C.      Tujuan Pengawasan
Tujuan Pengawasan yaitu, sebagai berikut :
1.    Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana tersebut, kebijaksanaan dan perintah.
2.    Melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan.
3.    Mencegah pemborosan dan penyelewengan.
4.    Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang dan jasa yang dihasilkan.
5.    Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi (pemerintah).

D.      Obyek Pengawasan
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan manajerial, ada lima jenis obyek yang perlu dijadikan sasaran pengawasan.
1.      Obyek yang menyangkut kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Pengawasan ini bersifat fisik.
2.      Keuangan
3.      Pelaksanaan program dilapangan
4.      Obyek yang bersifat strategis
5.      Pelaksanaan kerja sama dengan sektor lain yang terkait.

E.       Proses Pengawasan
Proses Pengawasan adalah Proses yang menentukan tentang apa yang harus dikerjakan, agar apa yang diselenggarakan sejalan dengan rencana. Artinya pengawasan itu terdiri atas berbagai aktivitas, agar segala sesuatu yang menjadi tugas dan tanggungjawab manajemen terselenggarakan. Proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, oleh karena itu setiap pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen. Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi terhadap setiap pegawai yang berada dalam organisasi adalah wujud dari pelaksanaan fungsi administrasi dari pimpinan organisasi terhadap para bawahan, serta mewujudkan peningkatan
efektifitas, efisiensi, rasionalitas, dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi akan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan rencana akan baik jika pengawasan dilakukan secara baik, dan tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah proses pengawasan dilakukan. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana. Proses pengawasan terdiri dari beberapa tindakan (langkah pokok) tertentu yang bersifat fundamental bagi semua pengawasan manajerial, langkah-langkah pokok ini menurut George R Terry meliputi:
1.      Menetapkan Standar Pengawasan
Standar Pengawasan adalah suatu standar (tolok ukur) yang merupakan patokan bagi pengawas dalam menilai apakah obyek atau pekerjaan yang diawasi berjalan dengan semestinya atau tidak. Standar pengawasan mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu:
a)      Rencana yang telah ditetapkan, mencakup kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan yang hendak dicapai, sasaran-sasaran fungsional yang dikehendaki, faktor waktu penyelesaian pekerjaan.
b)      Ketentuan serta kebijaksanaan yang berlaku, mencakup ketentuan tentang tata kerja, ketentuan tentang prosedur kerja (tata cara kerja), peraturan per UU-an yang berkaitan dengan pekerjaan, kebijaksanaan resmi yang berlaku, dll.
c)      Prinsip-prinsip daya guna dan hasil guna dalam melaksanakan pekerjaanmencakup aspek rencana dan ketentuan serta kebijaksanaan telah terpenuhi, pekerjaan belum dapat dikatakan berjalan sesuai semestinya apabila efisien dan efektivitasnya diabaikan, artinya kehemetan dalam penggunaan dana, tenaga, material dan waktu. 2.
2.      Mengukur Pelaksanaan Pekerjaan
Penilaian atau pengukuran terhadap pekerjaan yang sudah/senyatanya dikerjakan dapat dilakukan melalui antara lain:
a.       Laporan (lisan dan tertulis)
b.       Buku catatan harian tentang itu, Bagan
c.       Jadwal atau grafik produksi/hasil
d.      Insfeksi atau pengawasan langsung; Pertemuan/konferensi dengan petugas-petugas yang bersangkutan; Suvei yang dilakukan oleh tenaga staf atau melalui penggunaan alat teknik.

3.      Membandingkan Standar Pengawasan dengan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan  
Aktifitas tersebut di atas merupakan kegiatan yang dilakukan pembandingan antara hasil pengukuran dengan standar. Maksudnya, untuk mengetahui apakah diantaranya terdapat perbedaan dan jika ada, maka seberapa besarnya perbedaan tersebut kemudian untuk menentukan perbedaan itu perlu diperbaiki atau tidak.

4.      Tindakan Koreksi (Corrective Action)  
Apabila diketahui adanya perbedaan, sebab-sebabnya perbedaan, dan letak sumber perbedaan, maka langkah terakhir adalah mengusahakan dan melaksanakan tindakan perbaikannya. Dari kegiatan tersebut di atas ada perbaikan yang mudah dilakukan, tetapi ada juga yang tidak mungkin untuk diperbaiki dalam waktu rencana yang telah ditentukan. Untuk solusinya maka perbaikan dilaksanakan pada periode berikutnya dengan cara penyusunan rencana/ standar baru, disamping membereskan factor lain yang menyangkut penyimpangan tersebut, antara lain:
ü  Reorganisasi
ü  Peringatan bagi pelaksana yang bersangkutan, dsb.







BAB III
P E N U T U P
A.   Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan makalah kami, dapat disimpulkan bahwa controlling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan, lembaga atau organisasi. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan dalam manajemen dibutuhkan manajer.

B.    Saran
 Untuk itu kami mengharapkan masukan kepada pembaca demi perbaikan penyusunan selanjutnya. Dan semoga dengan makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya













DAFTAR PUSTAKA

Simbolon, Maringan Masry. 2004. Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen. Penerbit Ghalia Indonesia: Jakarta.
Silalahi, Ulbert. 2005. Studi Tentang Ilmu Administrasi: Konsep, Teori dan Dimensi. Cetakan Keenam. Sinar Baru Algensindo: Bandung.