TUGAS MAKALAH
PENGANTAR MANAJEMEN
P E N G A W A S A N
Disusun Oleh:
Jalil Loilatu
PROGARAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS IBNU CHALDUN JAKARTA
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Sekalian Alam,
karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan makalah Pengantar manajemen dengan judul “Pengawasan” ini dengan
baik. Salawat serta salam senantiasa penulis haturkan kepada junjungan kita
Nabi Allah, Muhammad SAW beserta para sahabat dan Ahlul bait karena atas
perjuangan beliaulah sehingga kita dapat menikmati cahaya Iman dan Islam.
Adapun makalah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi nilai tugas
sekaligus menjadi prasyarat dalam mengikuti mata kuliah Pengantar Manajemen.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih sangat
sederhana dan kurang sempurna, karena keterbatasan data dan pengetahuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu, penulis berharap serta menghargai kritik dan saran yang
membangun dari berbagai pihak demi perbaikan penulisan nantinya di kemudian
hari.
Akhir kata semoga makalah yang disusun oleh penulis semoga menambah
wawasan dan pengetahuan kita tentang “pengawasan” sekaligus dapat bermanfaat
bagi kita semua. Amin.
Jakarta, 23 Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
|
Cover
(Halaman Judul) ……………………………………….
Kata
Pengantar ………………………………………………..
Daftar Isi
………………………………………………….……
BAB I Pendahuluan ………………………………………….
A.
Latar
Belakang ………………………………………
B.
Tujuan
dan Manfaat …………………………………
C.
Rumusan
Masalah …………………………………..
BAB II Tinjauan Pustaka …………………………………..
A.
Pengertian
Pengawasan ……………………………..
B.
Macam-Macam
Pengawasan ……………………….
C.
Tujuan
Pengawasan ………………………………...
D.
Obyek
Pengawasan ………………………………....
E.
Proses
Pengawasan …………………………….....
BAB III Penutup ………………………………………..…..
A.
Kesimpulan
………………………………………….
B.
Saran
………………………………………………...
Daftar
Pustaka ………………………………………………...
|
i
ii
iii
1
1
1
1
2
2
3
4
4
4
7
7
7
iv
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen
suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi
suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena tanpa adanya
pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan,
baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu
organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan yang digunakan, seperti pengawasan
Pendahuluan (preliminary control), Pengawasan pada saat kerja
berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed
back control).
Suatu Organisasi juga
memiliki perancangan proses pengawasan, yang berguna untuk merencanakan secara
sistematis dan terstruktur agar proses pengawasan berjalan sesuai dengan apa
yang dibutuhkan atau direncanakan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut
dibutuhkan alat bantu manajerial dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu
proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, pada alat-alat bantu pengawasan
ini dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pengawasan juga meliputi bidang-bidang pengawasan yang menunjang keberhasilan
dari suatu tujuan organisasi.
B.
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan
dan manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
1.
Dapat
mengetahui apa itu pengawasan
2.
Bagaimana
pengawasan itu dilakukan
3.
Mengetahui
macam-macam pengawasan
4.
Mengetahui
obyek pengawasan
C.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari pengawasan ?
2.
Bagaimana ruang lingkup pengawasan ?
3.
Apa tujuan dari pengawasan ?
4.
Bagaimana proses pengawasan ?
5.
Apa saja jenis-jenis pengawasan ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Pengawasan
Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua
aktifitas yang terlaksana telah sesui dengan apa yang telah direncanakan
sebelumnya.
Pengertian Pengawasan Menurut Para Pakar
Pengertian Pengawasan menurut Victor
M. Situmorang dan Jusuf Juhir adalah setiap usaha dan tindakan dalam
rangka untuk mengetahui sampai dimana pelaksanaan tugas yang dilaksanakan
menurut ketentuan dan sasaran yang hendak dicapai.
Menurut Sondang P. Siagian, Pengertian
Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan
organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan
sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Djamaluddin Tanjung dan Supardan
mengemukakan Pengertian Pengawasan yaitu salah satu fungsi manajemen
untuk menjamin agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan dalam perencanaan.
Dengan pengawasan dapat diketahui sampai dimana
penyimpangan, penyalahgunaan, kebocoran, pemborosan, penyelewengan, dan
lain-lain kendala di masa yang akan datang. Jadi keseluruhan dari pengawasan
adalah kegiatan membandingkan apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa
yang direncanakan sebelumnya, karena itu perlu kriteria, norma, standar dan
ukuran tentang hasil yang ingin dicapai.
Dari pengertian pengawasan diatas, terdapat
hubungan yang erat antara pengawasan dan perencanaan, karena pengawasan dianggap
sebagai aktivitas untuk menemukan, mengoreksi penyimpangan-penyimpangan dalam
pelaksanaan dan hasil yang dicapai dari aktivitas-aktivitas yang direncanakan.
Dalam hubungan ini, Harold Koontz dan Cyriel P. Donel berpendapat
bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan dua sisi mata uang yang sama.
Dengan demikian jelas bahwa tanpa rencana, maka
pengawasan tidak mungkin dapat dilaksanakan, karena tidak ada pedoman atau
petunjuk untuk melakukan pengawasan itu. Rencana tanpa pengawasan akan
cenderung memberi peluang timbulnya penyimpangan-penyimpangan, penyelewengan
dan kebocoran tanpa ada alat untuk mencegah, oleh karena itu diperlukan adanya
pengawasan.
Pengawasan merupakan salah satu fungsi
manajemen yang sangat penting, sehingga berbagai ahli manajemen dalam
memberikan pendapatnya tentang fungsi manajemen selalu menempatkan unsur
pengawasan sebagai fungsi yang penting. Kasus-kasus yang terjadi dalam banyak
organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya
waktu dalam penyelesaian suatu anggaran yang berlebihan dan kegiatan-kegiatan
lain yang menyimpang dari rencana.
B. Macam-Macam Pengawasan
1. Pengawasan Internal dan Eksternal
Pengawasan Internal
“intern” ialah pengawasan yang dilakukan oleh orang ataupun badan yang ada
terdapat di dalam lingkungan unit organisasi/lembaga yang bersangkutan.
Sedangkan pengawasan eksternal “ekstern” ialah pengawasan atau pemeriksaan yang
dilakukan oleh unit pengawasan yang ada di luar unit organisasi/lembaga yang
diawasi.
2. Pengawasan Preventif Dan Represif
Pengawasan preventif ialah lebih dimaksudkan sebagai, suatu
pengawasan yang dilakukan pada kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan,
sehingga dapat mencegah terjadinya kegiatan yang menyimpang. Misalnya
pengawasan tersebut dilakukan oleh pemerintah supaya untuk menghindari adanya
penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang
membebankan/merugikan Negara. Sedangkan pengawasan represif ialah suatu
pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan tersebut
sudah dilaksanakan atau dilakukan. Misalnya pengawasan represif dilakukan pada
akhir tahun anggaran yang dimana anggaran yang telah ditentukan lalu
disampaikan laporannya.
3.
Pengawasan Aktif Dan Pasif
Pengawasan aktif “dekat” ialah
pengawasan yang dilaksanakan sebagai dari bentuk pengawasan yang dilakukan
ditempat kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan pasif “jauh” ialah
suatu pengawasan yang dilakukan misalnya melalui “penelitian serta pengujian
terhadap surat-surat atau laporan-laporan pertanggung jawaban yang disertai
dengan berbagai bukti penerimaan maupun bukti pengeluaran”.
4.
Pengawasan Kebenaran Formil
Pengawasan menurut hak (rechtimatigheid) kebenaran materil
mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid). Dalam kaitannya dengan
penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya
“korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada
aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut
diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara
dapat berjalan sebagaimana direncanakan.
C.
Tujuan Pengawasan
Tujuan Pengawasan yaitu, sebagai berikut :
1.
Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas sesuai
dengan rencana tersebut, kebijaksanaan dan perintah.
2.
Melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan.
3.
Mencegah pemborosan dan penyelewengan.
4.
Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas
barang dan jasa yang dihasilkan.
5.
Membina kepercayaan masyarakat terhadap
kepemimpinan organisasi (pemerintah).
D.
Obyek Pengawasan
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan manajerial, ada lima jenis
obyek yang perlu dijadikan sasaran pengawasan.
1.
Obyek
yang menyangkut kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Pengawasan ini
bersifat fisik.
2.
Keuangan
3.
Pelaksanaan
program dilapangan
4.
Obyek
yang bersifat strategis
5.
Pelaksanaan
kerja sama dengan sektor lain yang terkait.
E.
Proses
Pengawasan
Proses Pengawasan adalah Proses yang
menentukan tentang apa yang harus dikerjakan, agar apa yang diselenggarakan
sejalan dengan rencana. Artinya pengawasan itu terdiri atas berbagai aktivitas,
agar segala sesuatu yang menjadi tugas dan tanggungjawab manajemen
terselenggarakan. Proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan
kegiatan organisasi, oleh karena itu setiap pimpinan harus dapat menjalankan
fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen. Fungsi pengawasan yang
dilakukan oleh pimpinan organisasi terhadap setiap pegawai yang berada dalam
organisasi adalah wujud dari pelaksanaan fungsi administrasi dari pimpinan
organisasi terhadap para bawahan, serta mewujudkan peningkatan
efektifitas, efisiensi,
rasionalitas, dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas
organisasi. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi akan memberikan
implikasi terhadap pelaksanaan rencana akan baik jika pengawasan dilakukan
secara baik, dan tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak
setelah proses pengawasan dilakukan. Dengan demikian peranan pengawasan sangat
menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana. Proses pengawasan terdiri
dari beberapa tindakan (langkah pokok) tertentu yang bersifat fundamental bagi
semua pengawasan manajerial, langkah-langkah pokok ini menurut George R Terry
meliputi:
1. Menetapkan Standar Pengawasan
Standar Pengawasan adalah suatu
standar (tolok ukur) yang merupakan patokan bagi pengawas dalam menilai apakah
obyek atau pekerjaan yang diawasi berjalan dengan semestinya atau tidak.
Standar pengawasan mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu:
a) Rencana yang telah ditetapkan,
mencakup kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan yang hendak dicapai,
sasaran-sasaran fungsional yang dikehendaki, faktor waktu penyelesaian
pekerjaan.
b) Ketentuan serta kebijaksanaan yang
berlaku, mencakup ketentuan tentang tata kerja, ketentuan tentang prosedur
kerja (tata cara kerja), peraturan per UU-an yang berkaitan dengan pekerjaan,
kebijaksanaan resmi yang berlaku, dll.
c) Prinsip-prinsip daya guna dan hasil
guna dalam melaksanakan pekerjaanmencakup aspek rencana dan ketentuan serta
kebijaksanaan telah terpenuhi, pekerjaan belum dapat dikatakan berjalan sesuai
semestinya apabila efisien dan efektivitasnya diabaikan, artinya kehemetan
dalam penggunaan dana, tenaga, material dan waktu. 2.
2. Mengukur Pelaksanaan Pekerjaan
Penilaian atau pengukuran terhadap
pekerjaan yang sudah/senyatanya dikerjakan dapat dilakukan melalui antara lain:
a. Laporan (lisan dan tertulis)
b. Buku catatan harian tentang
itu, Bagan
c. Jadwal atau grafik produksi/hasil
d. Insfeksi atau pengawasan langsung;
Pertemuan/konferensi dengan petugas-petugas yang bersangkutan; Suvei yang
dilakukan oleh tenaga staf atau melalui penggunaan alat teknik.
3.
Membandingkan Standar Pengawasan dengan Hasil Pelaksanaan
Pekerjaan
Aktifitas tersebut di atas merupakan
kegiatan yang dilakukan pembandingan antara hasil pengukuran dengan standar.
Maksudnya, untuk mengetahui apakah diantaranya terdapat perbedaan dan jika ada,
maka seberapa besarnya perbedaan tersebut kemudian untuk menentukan perbedaan
itu perlu diperbaiki atau tidak.
4.
Tindakan Koreksi (Corrective Action)
Apabila diketahui adanya perbedaan,
sebab-sebabnya perbedaan, dan letak sumber perbedaan, maka langkah terakhir
adalah mengusahakan dan melaksanakan tindakan perbaikannya. Dari kegiatan
tersebut di atas ada perbaikan yang mudah dilakukan, tetapi ada juga yang tidak
mungkin untuk diperbaiki dalam waktu rencana yang telah ditentukan. Untuk
solusinya maka perbaikan dilaksanakan pada periode berikutnya dengan cara
penyusunan rencana/ standar baru, disamping membereskan factor lain yang
menyangkut penyimpangan tersebut, antara lain:
ü Reorganisasi
ü Peringatan bagi pelaksana yang
bersangkutan, dsb.
BAB III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Berdasarkan
dari pembahasan makalah kami, dapat disimpulkan bahwa controlling atau
pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah
memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan
pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan,
lembaga atau organisasi. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah
pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan
efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan dalam
manajemen dibutuhkan manajer.
B.
Saran
Untuk
itu kami mengharapkan masukan kepada pembaca demi perbaikan penyusunan
selanjutnya. Dan semoga dengan makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana
mestinya
DAFTAR PUSTAKA
Simbolon, Maringan Masry. 2004. Dasar-dasar Administrasi dan
Manajemen. Penerbit Ghalia Indonesia: Jakarta.
Silalahi, Ulbert. 2005. Studi Tentang Ilmu Administrasi: Konsep,
Teori dan Dimensi. Cetakan Keenam. Sinar Baru Algensindo: Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar